https://folarium.co.id/metode-pengembangan-software-rad-dan-protyping

Metode Pengembangan Software (RAD Dan Protyping)

Proses Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development Process) adalah suatu penerapan struktur pada pengembangan suatu Perangkat Lunak (Software), yang bertujuan untuk mengembangkan sistem dan memberikan panduan untuk menyukseskan proyek pengembangan sistem melalui tahapan-tahapan tertentu. berikut akan dibahas perbandingan dua metode pengembangan software dari beberapa jenis metode yang ada:

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Inisiasi IT Project Management

 

RAD (Rapid Application Development)

RAD adalah sebuah metode pengembangan software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain serta mengimplementasikan system informasi sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek (-+ 60 sampai 90 hari). Metode ini sering dipakai pada aplikasi system konstruksi. Pendekatan RAD meliputi fase-fase berikut:

 

 

Aliran informasi diantara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis?
  2. Informasi apa yang dimunculkan?
  3. Siapa yang memunculkannya?
  4. Kemana informasi itu pergi?
  5. Siapa yang memprosesnya?
  6. Data modelling

Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase business modelling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Atribut masing-masing objek diidentifikasikan dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan.

  • Process modelling

Aliran informasi yang didefinisikan d dakan fase data modelling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gamabaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.

  • Application generation

RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lai komponen  yang bias dipakai lagi (bila perlu). Pada semua kasus, alat-alat bantu ottomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.

  • Testing and turnover

Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh.

 

Ketahui Tujuan Software Maintenance Dari Sistem Perusahaan

 

Keunggulan dan kelemahan model RAD

Keunggulan:

  1. Waktu pengembangan lebih singkat
  2. Biaya relatif lebih murah.

Kelemahan:

  1. Tidak cocok untuk proyek skala besar
  2. Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
  3. Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model
  4. Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.

 

PROTOTYPING

Menurut Ian Sommerville, model pengembangan prototyping (Evolusioner) berdasarkan pada ide untuk mengembangkan implementasi awal, memperlihatkannya kepada user untuk dikomentari, dan memperbaikinya secara bertahap sampai system yang memenuhi persyaratan diperoleh.

 

 

Pengembangan prototyping terbagi dua:

  1. Exploratory programming

Tujuan proses ini adalah bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki kebutuhan mereka dan mengirimkan system akhir. Pengebangan dimulai dengan bagian-bagian system yang dipahami. System berubah dengan adanya tambahan fitur-fitur baru sesuai usulan pelanggan.

  1. Throw-away perototyping

Tujuan pengembangan evolusioner adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mendefinisikan kebutuhan yang lebih baik untuk siste. Prototype berkonsentrasi pada eksperimen, dengan keutuhan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.

 

Ketahui Apa Itu Agile Methodology Dalam Project Management

 

Keunggulan metode prototyping

  1. Dapat menjalin komunikasi yang baik antar user dan pengembang system
  2. Setiap perbaikan yang dilakukan pada prototype merupakan hasil masukan dari user yang akan menggunakan system tersebut, sehingga lebih reliabel.
  3. User akan memberikan masukan terhadap system sesuai dengan kemauannya.
  4. Menghemat waktu dalam mengembangkan sebuah system.
  5. Menghemat biaya, terutama pada bagian analisa, karena hanya mencatat point-point penting saja.
  6. Cocok digunakan pada sebuah system kecil, yang digunakan pada ruang lingkup tertentu.
  7. Penerapan dari system menjadi lebih mudah dilakukan.

Kekurangan metode prototyping

  1. System keamanan dari system yang dibangun rentan karena pengembang hanya menggunakan Bahasa pemrograman sederhana untuk menghemat waktu.
  2. Tidak cocok untuk diimplementasikan pada sebuah system yang sangat besar dan global, seperti system operasi computer.

 

 

Dari kedua metode pengembangan software yang telah dibahas diatas, keduanya merupakan jenis metode yang sederhana dan mudah dipahami. namun kedua metode tersebut tidak efektif digunakan untuk proyek berskala besar. untuk metode yang lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya.

 

Baca Juga :

Perbedaan On Premise ERP Dan Cloud ERP

Reference :

Keyword :

Scroll to Top