https://folarium.co.id/perbedaan-white-box-dan-black-box-pada-software-testing

Perbedaan White Box Dan Black Box Pada Software Testing

White box dan black box testing adalah metode software testing yang cukup populer. Keduanya menguji apakah program yang dirancang sudah benar. Tetapi ada perbedaan antara kedua sistem uji tersebut.

 

Baca juga: Tahapan yang Harus Dilakukan dalam Software Testing

White Box Testing

Pengujian white box adalah metode uji software yang didasarkan pada pengecekan detail desain. Menggunakan struktur kontrol desain program secara prosedural untuk membagi pengujian menjadi beberapa kasus. Dapat disimpulkan bahwa pengujian ini adalah petunjuk untuk mendapatkan program yang 100% benar.

Pengujian white box dilakukan untuk mengetahui cara kerja suatu internal perangkat lunak. Selain itu juga untuk menjamin operasi-operasi internal sesuai dengan spesifikasi yang telah diterapkan sesuai prosedur dan struktur kendali.

 

Black Box Testing

Pengujian black box adalah pengujian yang dilakukan hanya dengan mengamati hasil eksekusi menggunakan data uji dan memverifikasi fungsionalitas perangkat lunak. Analoginya sesuai dengan kotak hitam, Anda tidak tahu apa yang ada di balik bungkus hitam tersebut melainkan hanya bisa melihat penampilannya. 

Pengujian ini mengevaluasi fungsionalitas berdasarkan pada bagian luar (interface), tanpa  mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam proses terperinci (hanya mengetahui input dan output).

 

Perbedaan Keduanya

 

No.

Perbedaan

White Box

Black Box

1.  

Pengetahuan Kode Struktur Internal

Orang yang menjalankan white box testing bisa mengetahui kode dan struktur internal program

Orang yang menjalankan black box testing tidak bisa mengetahui kode dan struktur internal program

2. 

Tujuan

  • Untuk melihat struktur aplikasi 
  • Memastikan komponen sudah ada di tempat yang seharusnya
  • Memastikan komponen sudah berjalan dengan lancar 
  • Untuk menguji sebuah program yang dikembangkan
  • Metode UAT (User Acceptance Testing) untuk mengetahui fungsi aplikasi sudah sesuai ketentuan atau belum
  • Fokus utamanya perspektif end-user 

3. 

Pihak Tester

Software developer

Software tester; bisa dari tim developer baik dari pihak internal perusahaan atau tim tertentu

4. 

Pengetahuan Dasar

Diperlukan pengetahuan programming maupun implementasi

Tidak dibutuhkan pengetahuan programming maupun implementasi

5. 

Kegiatan Tester

Melihat kode program > membuat test case untuk mencari bugs dan errors

Membuat test case untuk menguji fungsi pada aplikasi > membuat test case untuk menguji kesesuaian alur program > mencari bugs atau errors dari interface

 

Itu lah beberapa perbedaan white box dan black box testing sebagai bagian dari metode software testing. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan tergantung pada program maupun perangkat lunak yang Anda gunakan.

Keyword :

Scroll to Top