Kekurangan Software ERP Beli Putus Dan ERP Sewa

Kekurangan Software ERP Beli Putus Dan ERP Sewa

15 Mar 2021 14:21 Share

Bayangkan Anda seorang CTO yang harus memutuskan: membeli software ERP mahal dengan lisensi permanen, atau berlangganan layanan cloud yang lebih fleksibel? Pilihan ini bukan hanya soal harga, tapi juga masa depan infrastruktur teknologi dan strategi SDM perusahaan Anda. Mari kita telaah lebih dalam.

Keputusan antara model on-premise (beli putus) dan model Software as a Service (SaaS) dalam implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) adalah krusial. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan, terutama dalam konteks perusahaan menengah dan besar yang berfokus pada strategi SDM dan efisiensi proses bisnis. Artikel ini akan mengupas tuntas hal tersebut.

Model Beli Putus: Investasi Awal yang Besar

Model beli putus, atau on-premise, mengharuskan perusahaan untuk membeli lisensi software secara permanen. Ini berarti investasi awal yang besar untuk software, hardware, dan implementasi. Namun, setelah investasi awal, biaya operasional biasanya lebih rendah.

Berikut beberapa kekurangan utama dari model beli putus:

  • Biaya Awal yang Tinggi: Investasi besar di awal bisa membebani anggaran perusahaan, terutama bagi perusahaan dengan cash flow terbatas.
  • Keterbatasan Fleksibilitas: Sulit untuk menyesuaikan software dengan perubahan kebutuhan bisnis yang cepat. Perubahan besar memerlukan customization yang mahal dan memakan waktu.
  • Tanggung Jawab Penuh atas Infrastruktur: Perusahaan bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan, keamanan, dan update software. Ini membutuhkan tim IT yang kompeten dan sumber daya yang signifikan.

"Keputusan investasi teknologi harus selaras dengan visi jangka panjang perusahaan. Jangan hanya terpaku pada biaya awal, tapi juga pertimbangkan total cost of ownership (TCO)."

Model Sewa (SaaS): Fleksibilitas dan Skalabilitas

Model sewa, atau Software as a Service (SaaS), memungkinkan perusahaan untuk berlangganan software ERP dengan biaya bulanan atau tahunan. Model ini menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar, karena perusahaan dapat dengan mudah menambah atau mengurangi jumlah pengguna sesuai kebutuhan.

Berikut beberapa kekurangan utama dari model sewa:

  • Ketergantungan pada Vendor: Perusahaan bergantung pada vendor untuk pemeliharaan, keamanan, dan update software. Jika vendor mengalami masalah, operasional perusahaan bisa terganggu.
  • Biaya Berkelanjutan: Biaya berlangganan bulanan atau tahunan bisa menjadi lebih mahal dalam jangka panjang dibandingkan dengan model beli putus.
  • Kekhawatiran Keamanan Data: Data perusahaan disimpan di server vendor, sehingga perusahaan perlu memastikan bahwa vendor memiliki standar keamanan data yang tinggi.

Pertimbangan Keamanan Data dalam Model SaaS

Keamanan data menjadi perhatian utama dalam model SaaS. Perusahaan harus memastikan bahwa vendor memiliki sertifikasi keamanan yang relevan, seperti ISO 27001 atau SOC 2. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa vendor memiliki kebijakan privasi yang jelas dan transparan.

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan keamanan data dalam model SaaS:

  1. Lakukan Due Diligence: Evaluasi vendor dengan cermat sebelum memilih. Periksa sertifikasi keamanan, kebijakan privasi, dan reputasi vendor.
  2. Enkripsi Data: Pastikan data dienkripsi saat transit dan saat istirahat.
  3. Kontrol Akses: Batasi akses ke data hanya kepada pengguna yang berwenang.

Studi Kasus: Dampak pada Proses Asesmen SDM

Bayangkan sebuah perusahaan retail besar dengan ribuan karyawan. Perusahaan ini menggunakan assessment center untuk merekrut dan mengembangkan talenta. Dengan model on-premise, perusahaan harus mengelola infrastruktur IT sendiri, termasuk server, jaringan, dan software. Ini membutuhkan tim IT yang besar dan biaya operasional yang tinggi. Selain itu, software yang digunakan mungkin tidak fleksibel untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan bisnis.

Dengan model SaaS, perusahaan dapat mengurangi beban IT dan fokus pada strategi SDM. Software asesmen dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apa saja. Ini meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas proses asesmen. Selain itu, vendor bertanggung jawab atas keamanan data dan update software.

"Investasi pada teknologi SDM harus memberikan return on investment (ROI) yang jelas. Pertimbangkan manfaat jangka panjang, seperti peningkatan efisiensi, pengurangan biaya, dan peningkatan kualitas talenta."

Memilih antara software ERP beli putus dan sewa adalah keputusan strategis yang membutuhkan pertimbangan matang. Evaluasi kebutuhan bisnis Anda, anggaran yang tersedia, dan risiko yang mungkin terjadi. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing model, Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan Anda.

Temukan bagaimana solusi enterprise Folarium dapat membantu Anda mengoptimalkan proses asesmen SDM dan meningkatkan efisiensi organisasi.

Page loaded in 8008.03089 seconds