https://folarium.co.id/kesalahan-yang-sering-diabaikan-dalam-manajemen-aset-perusahaan

Kesalahan Yang Sering Diabaikan Dalam Manajemen Aset Perusahaan

Selain memaksimalkan siklus pakai aset dalam perusahaan, tantangan lain dalam manajemen aset perusahaan adalah mengatasi kesalahan dalam mengelola aset, penggelapan aset, dan fraud. Kesalahan manajemen aset disebabkan oleh kesalahan yang tidak disengaja, sebagai lawan dari penyalahgunaan dan penipuan dengan komponen yang disengaja. Hal ini menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan. Berikut merupakan kesalahan yang harus dihindari.

 

Baca juga: Kemudahan Manajemen Aset Perusahaan dengan Implementasi IT

 

1. Tidak Mengetahui Kepemilikan Aset

Perusahaan sering mengambil manajemen yang tidak terstruktur dalam mengelola aset. Manajemen ini sering diremehkan, diabaikan, dan dilakukan asal-asalan. Padahal, pendataan semua aset sangat  penting untuk pengelolaan yang efisien. Jika tidak, manajemen aset dapat membuang-buang waktu tanpa hasil belaka.

Perusahaan harus membuat daftar dari seluruh aset dan memastikan jumlahnya di lapangan. Akan lebih baik jika mengikuti ketentuan manajemen aset ISO 550001. Tetapkan evaluasi aset pada beberapa waktu sekali supaya perusahaan tau mana aset yang optimal dan mana yang bisa dipangkas agar menghemat anggaran.

 

2. Penyalahgunaan

Penyalahgunaan aset adalah tindak ilegal, atau sering disebut sebagai penggelapan dan pencurian properti. Misalnya, penggelapan dana perusahaan, penggunaan fasilitas untuk keuntungan pribadi, atau penyalahgunaan pengeluaran perusahaan. Penyalahgunaan besar-besaran akan mempengaruhi arus kas perusahaan. 

Jika tidak segera diidentifikasi dan dicegah, maka akan lahir budaya baru yang merugikan organisasi. Selalu buat daftar tertulis dari kegiatan dan aktivitas aset tersebut. Semua komponen harus jelas dari siapa yang menggunakan aset, siapa yang bertanggung jawab, waktu dan tujuan pemakaian, sampai pengecekan pengembalian.

 

3. Tidak Dijalankan Sesuai Fungsi 

Perusahaan kadang tidak tahu kegunaan operasional aset-aset yg mereka miliki, serta tak jarang memakai aset tanpa memikirkan optimisasi masa guna alat. Sebetulnya, memakai aset melebihi atau kurang dari fungsinya akan berpengaruh dalam masa guna. 

Untuk mengatasinya, maka perusahaan wajib memakai aset sesuai dengan instruksi, tahu efek yang terjadi bila memakai aset di luar kapasitas, dan bila perusahaan tak mampu mengoperasikannya sesuai kapasitas, maka perusahaan wajib  menerapkan manajemen risiko aset perusahaan.

 

4. Kecurangan Finansial

Penipuan laporan keuangan yang tidak terlampir pada laporan keuangan yang termasuk dalam kecurangan finansial. Kecurangan ini biasanya ditunjukkan dengan adanya manipulasi laporan dan biasanya dilakukan oleh manajemen tingkat atas. Manipulasi tersebut biasanya terjadi ketika dana aset yang dilaporkan terlalu tinggi agar laporan keuangan semakin menarik di mata investor.

 

5. Mengabaikan Sistem Manajemen Aset

Perangkat lunak manajemen aset digunakan untuk mengelola aset sampai mencegah masalah-masalah kecurangan aset. Sistem manajemen aset memiliki banyak fitur yang memungkinkan Anda mengelola penggunaan aset, penjadwalan pemeliharaan, melacak nilai dan biaya aset, dan banyak lagi. Sistem seperti ini membantu mengoptimalkan operasi sampai masa pakai peralatan.

 

Manajemen Aset dengan Software ERP

Software ERP memiliki integrasi sistem dalam manajemen perusahaan termasuk manajemen aset. Modul untuk pengelolaan inventaris ditawarkan dalam paket berdasarkan kebutuhan bisnis Anda. Perangkat lunak ini membantu mengoptimalkan penggunaan seluruh aset perusahaan karena sistem yang tercatat, realtime, dan bisa dioperasikan oleh siapa saja yang Anda beri akses.

Folarium merupakan software ERP yang memberikan berbagai solusi manajemen aset perusahaan. Beberapa bisnis telah menerapkan sistem manajemen dengan ERP demi perkembangan bisnis. Penggunaan ERP akan menjadi investasi teknologi yang memberikan banyak kemudahan, produktivitas, dan peningkatan bisnis Anda di masa depan.

Keyword :

Scroll to Top